Hidupnya Tercurah untuk Pelestarian Binatang
June 17, 2008 – 9:06 amBARANGKALI tidak banyak orang yang mau bersusah payah, menghabiskan waktu, dan mengucurkan banyak uang demi kehidupan dan kelestarian binatang, seperti yang dilakukan Rahmat Shah (55). Lihat saja kiprah penyayang binatang yang bermukim di Kota Medan, Sumatera Utara, ini. Selain mengelola secara profesional sebuah museum (Galeri) Konservasi Satwa Liar dengan koleksi terlengkap, dia juga mengelola sebuah Taman Hewan di Pematang Siantar.
Tak berlebihan kiranya kalau dikatakan saban hari hidupnya bergelut dan memikir kelestarian binatang. Kalau sudah berbicara soal pelestarian dan keberlangsungan hidup binatang langka, dia tidak lagi mempertimbangkan berapa uang kantongnya harus dikucurkan.
"Ah, nanti ada yang bilang saya ini terlalu membesar-besarkan kalau diungkapkan berapa uang yang harus dikeluarkan tiap bulan untuk pelestarian binatang. Sebagai gambaran sekilas, untuk menghidupi ratusan jenis satwa di Taman Hewan Pematang Siantar itu saja paling sedikit puluhan juta rupiah sebulan. Itu semua dari kantong pribadi saya, karena pemasukan dari penjualan tiket jelas tidak akan tertutupi. Dari karcis masuk paling pemasukan ratusan ribu saja dalam sehari," ungkap Rahmat Shah, lelaki kelahiran Perdagangan Simalungun, Sumut, 23 Oktober 1950, ini.
SAKING cintanya dengan binatang, hidup Rahmat Shah pun sejak dulu hingga usia lebih setengah abad sepenuhnya tercurah untuk kelestarian binatang . Dia pun akan sangat terusik kalau ada binatang langka yang dilindungi tiba-tiba mati atau terbunuh. Rasa sedih dan prihatin itu pula yang membelenggu pikirannya ketika dua ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumaterae) dilaporkan mati secara beruntun di Kebun Binatang Medan (KBM) dalam minggu ini.
"Kematian harimau sumatera di KBM itu jelas karena kelalaian. Masak harimau diperlakukan seperti barang mati. Saya dengar, fasilitas KBM itu belum layak untuk hunian binatang langka seperti tidak adanya pohon pelindung, air yang cukup, dan lain-lain. Saya rasa ini penyebabnya," ujarnya, yang khawatir kematian dua ekor harimau itu jadi kasus besar mengundang diprotes para pencinta binatang di dunia.
Selamat mencoba ..